Oven besar industri dibutuhkan ketika jumlah produk yang dipanggang sudah sulit ditangani dengan oven berkapasitas kecil. Namun, kapasitas bukan satu-satunya penentu. Sistem pemanggangan juga perlu disesuaikan dengan produk yang dibuat.
Rotary rack oven banyak digunakan untuk produksi bervolume tinggi, convection oven mengandalkan sirkulasi udara panas, sedangkan deck oven memberi ruang pemanggangan terpisah pada setiap deck. Lantas, mana yang sesuai dengan kebutuhan produksi Anda? Simak di artikel ini.
Baca juga: Cara Kerja Mesin Oven Roti Model Rotary dan 5 Tips Merawatnya
Rekomendasi Oven Besar Industri yang Ideal untuk Produksi
Saat membandingkan oven industri, lihat bagaimana mesin tersebut akan masuk ke alur produksi Anda. Berikut beberapa pilihan oven dari Sinar Himalaya yang dapat dipertimbangkan:
1. SHM-32A Gas Rotary Oven
SHM-32A Gas Rotary Oven menggunakan sistem rotary dengan gas sebagai sumber panas. Produk disusun pada tray dalam satu rack, kemudian rack berputar selama proses baking. Pada prinsipnya, perputaran rack membantu produk pada beberapa tray mendapatkan distribusi panas yang lebih merata selama pemanggangan.
Sistem seperti ini cocok untuk produksi roti, bun, dan produk bakery lain yang dibuat dalam batch besar. Keuntungan praktisnya terletak pada alur kerja: banyak tray dapat ditata dalam satu rack lalu dimasukkan ke ruang pemanggangan sekaligus.
2. SHM-64D Electric Rotary Rack Oven
SHM-64D juga menggunakan sistem rotary rack, tetapi sumber energinya adalah listrik. Pilihan ini cocok untuk fasilitas produksi yang memang telah menyiapkan kapasitas listrik sesuai kebutuhan mesin dan ingin menggunakan oven rack tanpa mengandalkan gas sebagai sumber panas utama.
Nilai utamanya ada pada kemampuan sistem rack menangani banyak tray sebagai satu batch. Rotary rack oven memang banyak digunakan untuk produksi bakery bervolume tinggi karena satu trolley dapat membawa beberapa tray sekaligus.
3. Sinmag SM-810E Electrical Convection Oven
Sinmag SM-810E Electrical Convection Oven menggunakan kipas untuk mengedarkan udara panas di dalam ruang pemanggangan. Berbeda dengan rotary oven yang memutar seluruh rack, tray pada convection oven tetap berada di posisinya sementara udara panas bersirkulasi mengelilingi produk.
4. SHM-60EL Electric Deck Oven
SHM-60EL Electric Deck Oven menawarkan pola produksi yang berbeda. Produk dipanggang dalam beberapa deck, sehingga tim dapat mengatur batch berdasarkan ruang pemanggangan yang tersedia. Deck oven sendiri umum digunakan untuk produk seperti roti, cake, dan produk bakery yang membutuhkan pemanggangan per batch.
Baca juga: 5 Rekomendasi Oven yang Bagus untuk Memanggang Kue
Rotary, Convection, atau Deck Oven: Apa Bedanya?
Ketiga sistem tersebut sama-sama dapat digunakan dalam produksi bakery, tetapi tidak bekerja dengan cara yang sama. Simak di bawah ini.
| Jenis Oven | Cara Kerja | Cocok untuk |
| Rotary Rack | Rack berisi banyak tray berputar selama baking | Produksi volume tinggi dan batch besar |
| Convection | Kipas mengedarkan udara panas di dalam oven | Pastry, cookies, cake, dan produk berbasis tray |
| Deck | Produk dipanggang pada ruang atau deck terpisah | Roti, cake, serta produksi yang dibagi per batch |
Bagaimana Menentukan Kapasitas Oven Industri?
Kesalahan yang cukup mudah terjadi adalah langsung mencari oven dengan jumlah tray sebanyak mungkin. Padahal, kapasitas yang tepat seharusnya dihitung dari target produksi. Untuk mempermudah perhitungannya, gunakan 3 data berikut sebagai titik awal:
1. Target Produksi per Jam atau per Hari
Catat jumlah produk yang harus selesai, bukan sekadar jumlah adonan yang dibuat. Dari angka tersebut, Anda bisa menghitung berapa batch yang perlu keluar dari oven dalam satu jam kerja.
2. Jumlah Produk dalam Satu Tray
Ukuran dan bentuk produk menentukan kapasitas nyata sebuah tray. Dua oven dengan jumlah tray sama belum tentu menghasilkan output produk yang sama apabila jenis produk yang dipanggang berbeda.
3. Waktu Baking per Batch
Kapasitas oven perlu dibaca bersama waktu pemanggangan. Jika satu batch membutuhkan 20 menit, misalnya, secara teori terdapat tiga siklus pemanggangan dalam satu jam sebelum memperhitungkan waktu loading, unloading, dan pemulihan suhu. Dari sini, Anda mendapatkan gambaran yang lebih realistis mengenai output oven.
Baca juga: Oven Gas VS Oven Listrik? Mana yang Lebih Baik?
Gas atau Listrik untuk Oven Industri?
Pilihan gas atau listrik sebaiknya mengikuti fasilitas produksi dan spesifikasi mesin. Oven listrik membutuhkan suplai daya yang mencukupi, sedangkan oven gas memerlukan instalasi gas serta pengaturan ruang yang sesuai.
Karena itu, hitung kebutuhan energi sebelum membeli mesin, bukan setelah oven tiba di lokasi. Periksa daya atau konsumsi bahan bakar, kapasitas instalasi yang tersedia, posisi mesin, ventilasi, serta kebutuhan operasional harian. Langkah ini membantu Anda memilih sumber energi berdasarkan kondisi fasilitas, bukan sekadar preferensi.
Ini Saatnya Melengkapi Produksi Bisnis Anda dengan Mesin Berkualitas!
Memilih oven besar industri pada akhirnya berkaitan dengan satu hal utama: berapa banyak produk yang harus selesai dalam waktu tertentu. Dari angka tersebut, Anda dapat menentukan kapasitas tray, jumlah batch, sistem oven, hingga sumber energi yang sesuai. Cara ini jauh lebih tepat daripada memilih mesin hanya berdasarkan ukuran fisiknya.
Apapun pilihan Anda, Sinar Himalaya hadir untuk memenuhi kebutuhan produksi bisnis. Sinar Himalaya menyediakan oven besar yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi,, distribusi panas yang merata, serta kontrol suhu yang stabil agar hasil panggangan konsisten.
Sinar Himalaya telah berpengalaman lebih dari 40 tahun menyediakan mesin bakery dan food processing di Indonesia. Produk berkualitas, dukungan teknisi berpengalaman, serta layanan purnajual yang responsif dihadirkan untuk memastikan mesin tetap optimal dan produksi berjalan lancar tanpa hambatan.
Hubungi Sinar Himalaya dan pastikan produksi dapat berjalan lebih efisien dan lebih banyak produk bisa selesai dalam waktu.





