Mesin kopi espresso dapat menjadi pilihan untuk Anda yang ingin menyajikan espresso, cappuccino, atau minuman kopi lainnya tanpa proses yang terlalu rumit. Beberapa mesin bahkan sudah dilengkapi fitur otomatis sehingga pengguna cukup mengatur mesin dan menjalankan proses penyeduhan.
Pilihan mesinnya cukup beragam, mulai dari model manual hingga otomatis. Kapasitas, daya, ukuran, dan cara pengoperasiannya pun berbeda. Jika Anda sedang mencari mesin untuk kebutuhan penyajian kopi, simak dulu informasi lengkapnya di artikel ini.
Baca juga: Ini 20 Daftar Peralatan Cafe yang Wajib Dimiliki
Rekomendasi Mesin Kopi Espresso yang Praktis
Setiap mesin memiliki spesifikasi yang berbeda. Ada model yang lebih ringkas untuk area kerja terbatas, ada pula yang memiliki kapasitas dan daya lebih besar untuk kebutuhan penyajian yang lebih banyak. Simak beberapa pilihan mesin kopi espresso berikut:
1. EM18 ESPRESSO MACHINE
EM18 La Forte memiliki daya 950W, boiler 350 ml, dan tangki air berkapasitas 3,5 liter. Ukurannya 260 × 280 × 340 mm dengan berat 11 kg, sehingga bentuknya masih cukup ringkas untuk ditempatkan di area penyajian kopi.
Spesifikasi tersebut dapat menjadi pertimbangan jika Anda membutuhkan mesin espresso yang tidak terlalu besar. Kapasitas tangki air juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan jumlah kopi yang biasa disajikan.
2. EM23 ESPRESSO MACHINE
Jika membutuhkan mesin dengan daya lebih besar, EM23 La Forte memiliki daya 2.500W dan boiler berkapasitas 750 ml. Mesin ini memiliki tangki air 3,8 liter, ukuran 470 × 300 × 480 mm, serta berat 15 kg.
Ukuran dan dayanya tentu perlu disesuaikan dengan ruang serta instalasi listrik yang tersedia. Karena itu, sebaiknya periksa kebutuhan area kerja terlebih dahulu sebelum menentukan mesin yang digunakan.
3. EM30 ESPRESSO MACHINE
EM30 memiliki sistem 2 boiler, masing-masing berkapasitas 0,75 liter dan 2,0 liter. Mesin ini menggunakan daya 2.400W dan memiliki berat 35 kg.
Dua kapasitas boiler tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika membandingkan mesin espresso. Selain melihat spesifikasi mesin, pertimbangkan pula seberapa sering mesin akan digunakan dan berapa banyak minuman yang perlu disiapkan dalam satu waktu.
4. ME-707 ESPRESSO COFFEE MACHINE
Berbeda dari tiga model sebelumnya, ME-707 merupakan mesin yang memiliki tangki air 1,6 liter dan tempat biji kopi berkapasitas 200 gram. Daya yang digunakan sebesar 1.250W.
ME-707 juga dilengkapi penggiling biji kopi, 2 boiler, milk frother, fungsi steam, serta saluran air panas untuk teh. Tinggi keluaran kopi dapat disesuaikan pada rentang 70–110 mm. Fitur tersebut membuat satu mesin dapat digunakan untuk menyiapkan beberapa kebutuhan minuman, mulai dari espresso hingga cappuccino.
Baca juga: Kenali 5 Perbedaan Blender Dan Food Processor
Jenis Mesin Espresso
Selain memilih berdasarkan merek atau kapasitas, cara kerja mesin juga penting untuk diperhatikan. Perbedaan pengoperasian akan berpengaruh pada seberapa banyak proses yang masih perlu dilakukan secara manual. Berikut tiga jenis mesin espresso yang umum digunakan:
1. Manual
Mesin espresso manual memberikan kendali lebih besar kepada pengguna selama proses penyeduhan. Mulai dari menyiapkan bubuk kopi, mengatur takaran, hingga menjalankan proses ekstraksi perlu dilakukan secara manual.
Jenis ini dapat dipertimbangkan jika Anda ingin mengatur proses pembuatan espresso secara lebih langsung. Pengguna juga perlu memahami dasar-dasar penyeduhan agar hasilnya sesuai yang diharapkan.
2. Semi Otomatis
Mesin semi otomatis mengurangi sebagian pekerjaan manual, tetapi pengguna masih perlu melakukan beberapa tahapan sebelum dan sesudah ekstraksi. Bubuk kopi tetap perlu disiapkan dan ditempatkan pada bagian penyeduh sebelum mesin dijalankan.
Jenis ini cukup menarik bagi pengguna yang ingin tetap memiliki kendali atas proses pembuatan kopi tanpa harus melakukan seluruh tahapan secara manual.
3. Otomatis
Pada mesin otomatis, beberapa proses penyeduhan dapat dilakukan oleh mesin setelah pengguna memberikan perintah. Model tertentu bahkan dapat menggiling biji kopi, mengatur volume air, lalu menjalankan proses ekstraksi secara otomatis.
ME-707 merupakan salah satu contoh mesin otomatis. Pengoperasian yang lebih sederhana dapat menjadi pertimbangan bagi Anda yang membutuhkan mesin untuk penyajian kopi tanpa terlalu banyak tahapan manual.
Apa Bedanya Manual Brew dan Espresso?
Manual brew dan espresso sama-sama menggunakan bubuk kopi, tetapi cara penyeduhannya berbeda. Pada manual brew, air dituangkan melewati bubuk kopi secara perlahan menggunakan metode tertentu, misalnya pour over. Espresso dibuat menggunakan tekanan air yang melewati bubuk kopi dalam waktu relatif singkat.
Perbedaan tersebut menghasilkan karakter minuman yang berbeda pula. Espresso biasanya disajikan dalam volume lebih kecil dan menjadi dasar berbagai minuman seperti cappucino, latte, dan americano. Sementara itu, manual brew lebih sering disajikan sebagai kopi seduh tanpa tambahan susu atau campuran lain, meskipun penggunaannya tetap bergantung pada selera.
Baca juga: Apa Saja Kue yang Bisa Dijadikan Bisnis?
Sajikan Kopi Lebih Praktis dengan Mesin Espresso Sinar Himalaya
Memilih mesin kopi espresso sebaiknya tidak hanya berdasarkan daya atau ukuran. Cara pengoperasian, kapasitas tangki, jumlah boiler, fitur yang tersedia, serta ruang untuk menempatkan mesin juga perlu disesuaikan sejak awal.
Mesin kopi espresso di atas tersedia di Sinar Himalaya sebagai pilihan untuk kebutuhan penyajian kopi. Masing-masing memiliki spesifikasi berbeda sehingga Anda dapat menyesuaikannya berdasarkan kebutuhan penggunaan.
Sinar Himalaya adalah importir dan distributor mesin dari Asia dan Eropa, termasuk peralatan bakery, kitchen, hotel, restoran, dan kafe. Selain menyediakan produk, Sinar Himalaya juga memiliki layanan purnajual serta penyediaan suku cadang asli.
Hubungi Sinar Himalaya untuk mengetahui spesifikasi, ketersediaan unit, serta pilihan mesin kitchen dan bakery lainnya sesuai kebutuhan Anda.




