Prinsip Kerja Disintegration Tester beserta Fungsinya yang Perlu Dipahami

Apakah Anda pernah mendengar alat yang disebut dengan disintegration tester dalam dunia farmasi? Alat ini berfungsi untuk mengukur atau menguji berapa lama sediaan obat membutuhkan waktu hingga benar-benar hancur. Bagaimana prinsip kerja disintegration tester? 

Sebagai gambaran, alat ini sangat penting dalam memastikan efektivitas obat yang dikonsumsi. Obat yang dimaksud bisa berbagai jenis, termasuk tablet konvensional, tablet kunyah, tablet effervescent, tablet sublingual, tablet isap, tablet vaginal, dan tablet rektal. Secara singkat, alat ini bisa menguji berapa waktu yang diperlukan agar obat benar-benar hancur saat dikonsumsi. 

Untuk memahami lebih lanjut bagaimana prinsip kerja alat tersebut, Anda bisa simak uraian lengkap di bawah ini. 

 

Apa Itu Disintegration Tester?

 

Disintegration tester adalah sebuah alat laboratorium yang digunakan untuk menguji seberapa lama waktu yang diperlukan suatu tablet atau kapsul obat untuk hancur atau larut dalam cairan. Alat ini berperan penting dalam industri farmasi untuk memastikan obat-obatan yang diproduksi dapat bekerja dengan baik dalam tubuh manusia. Prinsip kerja disintegration tester yaitu menguji ketahanan suatu produk obat dalam menghadapi cairan tubuh manusia.

Alat ini terutama digunakan untuk menguji obat dalam bentuk tablet, kapsul, serbuk, atau kaplet. Disintegration tester membantu perusahaan farmasi dalam mengukur sejauh mana obat dapat larut dalam tubuh manusia dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai proses ini. Dalam kata lain, alat ini membantu memastikan obat dapat memberikan efek yang diinginkan dalam tubuh pasien.

 

Prinsip Kerja Disintegration Tester

 

Prinsip kerja disintegration tester sangat sederhana namun penting. Alat ini bekerja dengan cara meletakkan tablet atau kapsul obat ke dalam tabung uji yang mengandung cairan yang mensimulasikan cairan tubuh manusia. Kemudian, tabung uji ditempatkan dalam suatu alat yang melarutkan dengan cara menaik turunkan tabung uji cairan tersebut.

Selama pengujian, suhu cairan diatur sesuai dengan suhu tubuh manusia, biasanya sekitar 37 derajat Celcius. Proses ini dilakukan untuk mensimulasikan kondisi tubuh manusia. Kemudian, alat ini akan memantau waktu yang dibutuhkan tablet atau kapsul untuk hancur atau larut dalam cairan tersebut.

Hasil dari pengujian ini akan membantu produsen obat untuk menentukan dosis yang tepat dan bagaimana obat akan bekerja dalam tubuh pasien. Ini juga memastikan obat dapat memberikan efek yang diinginkan dalam waktu yang sesuai.

 

Baca juga: Serba-Serbi Alat Pencetak Tablet dan Fungsinya

 

2 Jenis Disintegration Tester

 

Anda kini sudah memahami bagaimana prinsip kerja disintegration tester, selanjutnya penting untuk tahu apa saja jenis-jenisnya. Sinar Himalaya memiliki beberapa jenis disintegration tester yang dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan industri farmasi Anda. Yuk simak jenis-jenisnya berikut ini. 

1. Disintegration Tester BJ-1, BJ-2, BJ-3 

Jenis disintegration tester ini terbagi lagi menjadi 3 tipe dengan perbedaan pada jumlah tabung yang digunakan. BJ-1 artinya alat ini memiliki 1 tabung, BJ-2 memiliki 2 tabung, dan BJ-3 memiliki 3 tabung. Setiap tabung bisa melakukan pengujian beberapa sampel obat sekaligus, yang memungkinkan pengujian yang lebih efisien dalam industri farmasi.

2. Dissolution Tester RC-1, RC-6, RC-8 

Dissolution tester adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menguji jumlah larutnya zat aktif dalam cairan tubuh. Alat ini cocok digunakan untuk menguji obat-obatan dalam bentuk tablet, kapsul, serbuk, dan kaplet. Perbedaan utama antara ketiganya adalah jumlah tabung yang digunakan.

  • RC-1 memiliki satu tabung.
  • RC-6 memiliki enam tabung.
  • RC-8 memiliki delapan tabung.

Proses pengujian dilakukan dengan melarutkan obat dengan cara diaduk atau diputar dalam air larutan. Air tersebut berupa air panas atau air hangat, tergantung pada suhu yang diinginkan. Ini memungkinkan pengujian obat dalam berbagai kondisi yang sesuai.

 

Komponen Disintegration Tester

 

Untuk memahami lebih lanjut prinsip kerja disintegration tester, Anda perlu mengenali komponen-komponen utamanya. Komponen-komponen ini memegang peran kunci dalam menjalankan fungsi alat tersebut. Mari bahas dengan lebih rinci beberapa komponen utama dari alat ini di bawah ini. 

1. Robust Metal Case

Komponen ini merupakan bagian yang memegang peran penting dalam menjaga keawetan alat disintegration tester. Terbuat dari bahan logam yang dilapisi dengan lapisan pelindung untuk melawan korosi, bagian ini memiliki dua fungsi utama. 

Pertama, bahan logam yang kuat memberikan ketahanan terhadap tekanan dan penggunaan berulang. Kedua, lapisan pelindung yang mencegah korosi, yang bisa mengganggu fungsi alat. Dalam kata lain, komponen ini dapat memastikan bahwa alat tetap bekerja dengan optimal dan tahan lama selama penggunaan.

2. Touch Display

Touch display adalah bagian penting lainnya yang berperan sebagai tampilan utama alat ini. Fungsi utamanya untuk mengatur dan mengontrol seluruh proses pengujian. 

Anda dapat berinteraksi dengan alat melalui layar sentuh ini, mengatur parameter pengujian, memantau hasil, dan mengakses informasi penting. 

Touch display memudahkan Anda dalam mengoperasikan alat dengan cara yang intuitif, sehingga meminimalkan risiko kesalahan dan meningkatkan efisiensi pengujian.

3. Basket Racks/Speed Control

Basket racks atau keranjang merupakan komponen yang digunakan untuk menahan tablet atau kapsul selama proses pengujian. Komponen ini memiliki peran penting dalam menjaga agar sampel obat tetap dalam posisi yang tepat selama pengujian. 

Selain itu, speed control memungkinkan pengguna untuk mengatur kecepatan pengadukan atau pemutaran cairan. Ini adalah aspek penting dalam simulasi kondisi tubuh manusia, di mana berbagai tingkat pergerakan dapat memengaruhi seberapa cepat obat larut atau hancur. 

Pengaturan kecepatan ini dapat Anda kustomisasi untuk pengujian yang sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan tertentu.

4. Auto Basket

Auto basket menjadi komponen yang bertanggung jawab atas proses disintegrasi dalam alat. Fungsinya mengaduk tablet atau kapsul dalam cairan sesuai dengan pengaturan yang telah ditentukan. Ini memastikan pengujian berjalan sesuai dengan skenario yang diinginkan, dan proses disintegrasi berlangsung dengan konsistensi yang tinggi. Proses ini sangat penting untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat diandalkan dalam pengujian obat.

5. Temperature Monitor

Temperature monitor pada disintegration tester berperan dalam mengatur suhu cairan dalam tabung uji. Pengaturan suhu ini penting karena suhu yang tepat adalah faktor kunci dalam simulasi kondisi tubuh manusia. 

Sebagian besar obat-obatan akan mengalami perubahan dalam suhu tubuh manusia, dan oleh karena itu, pengujian yang akurat harus mencerminkan kondisi ini. Temperature monitor memastikan suhu selalu berada pada tingkat yang sesuai, sehingga hasil pengujian mencerminkan kondisi nyata dengan tepat.

6. Tabung Uji

Tabung uji adalah komponen yang digunakan sebagai tempat untuk menaruh tablet atau kapsul selama pengujian waktu hancur. Biasanya terbuat dari bahan kaca, tabung ini dirancang untuk menahan sampel obat dengan aman selama pengujian. Komponen ini juga memungkinkan Anda untuk mengamati proses disintegrasi secara visual. Tabung uji bisa menampung beberapa sampel obat sekaligus, sehingga pengujian dapat dilakukan lebih efisien.

7. Larutan Uji

Larutan uji merupakan cairan yang digunakan selama pengujian. Cairan ini ditempatkan dalam water bath, dan suhu larutan harus sesuai dengan suhu tubuh manusia. Pemilihan dan persiapan larutan uji yang tepat menjadi langkah penting dalam menghasilkan hasil pengujian yang akurat. Larutan ini berperan dalam mensimulasikan kondisi cairan tubuh manusia, yang diperlukan untuk pengujian yang valid.

8. Acrylic Water Bath

Acrylic water bath berfungsi sebagai tempat untuk menaruh air, tabung, dan komponen lainnya selama pengujian. Water bath ini memiliki peran penting dalam menjaga suhu air tetap konstan selama pengujian. Komponen ini membantu menjaga stabilitas suhu selama proses pengujian, yang diperlukan untuk hasil yang konsisten dan akurat. Water bath ini juga digunakan untuk mengatur suhu air sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pengujian yang dilakukan.

 

Baca juga: Prinsip Kerja Granulator yang Perlu Diketahui

 

Cara Menggunakan Disintegration Tester

 

Dalam industri farmasi, penggunaan disintegration tester menjadi langkah krusial untuk memastikan kualitas dan efektivitas obat-obatan yang diproduksi. Langkah-langkah yang tepat dalam pengujian waktu hancur obat sangat penting untuk memastikan obat dapat memberikan hasil yang diinginkan dan aman untuk dikonsumsi oleh pasien. Berikut panduan langkah demi langkah dalam mengoperasikan alat ini.

  • Siapkan beaker glass dengan kapasitas 1000 mL atau 1 L untuk menaruh air di dalam water bath. Isi beaker glass dengan sekitar 200 mL air.
  • Siapkan juga termometer untuk mengukur suhu cairan yang sudah dimasukkan ke dalam alat disintegration tester. Pastikan suhu mencapai sekitar 37 derajat Celcius, sesuai dengan suhu tubuh manusia.
  • Selanjutnya, masukkan alat disintegration tester ke dalam beaker glass yang sudah diisi larutan. Pastikan alat tidak mengapung di atas air.
  • Masukkan tablet atau kapsul yang akan diuji ke dalam lubang disintegration tester satu per satu dengan hati-hati.
  • Tekan tombol untuk memanaskan air terlebih dahulu, dan awasi suhu air dalam beaker glass menggunakan termometer.
  • Aktifkan alat disintegration tester dengan menekan tombol yang berada di tengah. Ini akan memulai proses pengujian.
  • Untuk mengetahui lama waktu hancur tablet, tunggu hingga tidak ada tablet yang tersisa di dalam alat disintegration tester atau hingga tablet benar-benar hancur.

Bagaimana, apakah Anda sudah cukup memahami prinsip kerja disintegration tester ini? Alat ini penting untuk memastikan obat-obatan yang diproduksi dalam industri farmasi dapat memberikan efek yang diinginkan dalam tubuh manusia. 

Alat ini juga membantu produsen obat dalam menguji dan mengukur seberapa lama waktu hancur atau larutnya suatu produk obat. Penggunaan disintegration tester melibatkan prosedur yang ketat, termasuk pengaturan suhu, pengujian tablet, dan pencatatan waktu hancur. 

Apabila Anda memiliki pemahaman yang baik tentang prinsip kerja alat ini, perusahaan farmasi dapat memastikan kualitas obat-obatan yang diproduksi dan keamanan pasien. Apakah Anda sedang mencari alat ini untuk kebutuhan industri farmasi Anda?

Untuk mendapatkan disintegration tester berkualitas tinggi, Anda dapat menghubungi Sinar Himalaya, penyedia tepercaya dalam industri farmasi. Apabila Anda memiliki alat yang berkualitas, Anda dapat memastikan obat-obatan yang Anda hasilkan memenuhi standar yang ketat dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Jadi, tunggu apalagi? Kunjungi Sinar Himalaya sekarang juga dan dapatkan mesin disintegration tester berkualitas tinggi sesuai dengan kebutuhan Anda!

Sinar Himalaya
Sinar Himalaya
Sinar Himalaya merupakan importir mesin untuk roti dan makanan, pengemasan, farmasi, kayu, dan HoReCa serta peralatan memasak dengan layanan after sales 24 jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp