Berapa Suhu Penyimpanan Daging Ayam? Ini Cara Menjaganya Agar Tetap Aman

Suhu penyimpanan daging ayam merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjaga keamanan pangan dan kualitas bahan baku yang Anda gunakan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun bisnis kuliner. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai suhu penyimpanan yang aman sangat penting. 

Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini!

Berapa Suhu Penyimpanan Daging Ayam?

Standar suhu penyimpanan daging ayam telah ditetapkan oleh sejumlah lembaga keamanan pangan dunia, salah satunya USDA (United States Department of Agriculture). 

1. Penyimpanan Fresh Chicken (Daging Ayam Mentah)

Penyimpanan di Chiller

  • Suhu: 4°C atau lebih rendah
  • Lama penyimpanan: 1–2 hari

Pada suhu ini, bakteri masih dapat berkembang, tetapi laju pertumbuhannya jauh lebih lambat sehingga daging ayam tetap aman untuk diolah dalam waktu singkat.

Penyimpanan di Freezer

  • Suhu: -17,7°C / -18 °C atau lebih rendah
  • Lama penyimpanan: hingga 1 tahun

Pembekuan tidak membunuh bakteri, tetapi menghentikan pertumbuhannya. Dengan suhu freezer untuk daging ayam yang stabil, maka akan bertahan lama tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Frozen Food dan Cara Menyimpannya

2. Penyimpanan Cooked Chicken (Daging Ayam Matang)

Penyimpanan di Chiller

  • Suhu: 4°C atau lebih rendah
  • Lama penyimpanan: 3-4 hari

Ayam yang sudah matang lebih rentan terkontaminasi ulang jika tidak disimpan dengan benar, sehingga penting untuk menempatkannya di wadah tertutup rapat.

Penyimpanan di Freezer

  • Suhu: -18°C atau lebih rendah
  • Lama penyimpanan: hingga 4 bulan

Tekstur daging ayam matang bisa berubah setelah waktu tertentu, tetapi tetap aman dikonsumsi selama penyimpanan dilakukan dengan benar.

Dengan mengikuti standar suhu ini, Anda dapat memastikan daging ayam tetap aman, segar, dan berkualitas hingga siap diolah.

Risiko Jika Suhu Penyimpanan Daging Ayam Tidak Tepat

Memahami risiko penyimpanan yang tidak tepat sangat penting, terutama jika Anda ingin menjaga keamanan pangan di rumah atau restoran. perubahan suhu. Jika penyimpanannya tidak terkendali, beberapa masalah dapat muncul:

1. Pertumbuhan Bakteri Patogen

Pada suhu di atas 4°C, bakteri seperti Salmonella, Campylobacter, dan E. coli dapat berkembang biak dengan cepat. Bakteri ini menjadi penyebab utama keracunan makanan dan dapat membahayakan kesehatan konsumen.

2. Perubahan Warna dan Aroma

Suhu yang terlalu hangat menyebabkan oksidasi dan membuat daging ayam berubah warna menjadi lebih gelap atau kehijauan. Selain itu, aroma tidak sedap mulai muncul sebagai tanda awal pembusukan.

Baca Juga: 7 Cara Menyimpan Daging Sapi di Freezer yang Tepat

3. Penurunan Tekstur Daging

Penyimpanan yang tidak tepat membuat serat daging rusak, sehingga tekstur menjadi lembek, berlendir, atau terlalu kering. Kondisi ini menurunkan kualitas hidangan ketika Anda mengolahnya.

4. Kerusakan Nutrisi

Paparan suhu yang tidak stabil dapat menyebabkan penurunan kandungan nutrisi di dalam daging ayam, termasuk protein dan vitamin yang penting bagi tubuh.

5. Risiko Kontaminasi Silang

Jika suhu penyimpanan tidak terkontrol, bakteri dapat menyebar ke bahan makanan lain yang ada di dalam chiller atau freezer, sehingga meningkatkan potensi foodborne illness pada seluruh makanan yang tersimpan.

Bagaimana Cara Menyimpan Daging Ayam di Kulkas dengan Tepat?

Setelah Anda mengetahui standar suhu ideal, langkah berikutnya adalah memastikan teknik penyimpanan dilakukan dengan benar. Dengan metode yang tepat, Anda dapat mempertahankan kesegaran daging ayam dan mencegah risiko kontaminasi.

1. Simpan dalam Wadah Kedap Udara

Gunakan wadah khusus makanan atau plastik ziplock untuk menghindari paparan udara. Penyimpanan kedap udara dapat memperlambat proses oksidasi dan mencegah bakteri berpindah dari satu bahan makanan ke bahan lain.

2. Letakkan di Rak Bagian Bawah Chiller

Rak bagian bawah adalah area yang paling dingin dan stabil. Menyimpan daging ayam di bagian ini mencegah tetesan cairan ayam mengontaminasi bahan makanan lain, terutama yang siap konsumsi.

3. Potong Menjadi Bagian Kecil

Jika Anda membeli ayam dalam jumlah besar, sebaiknya bagi daging ayam menjadi beberapa bagian kecil. Hal ini membantu proses pendinginan dan pembekuan berlangsung lebih cepat dan merata.

4. Jangan Simpan Ayam dalam Keadaan Masih Hangat

Jika Anda baru memasak ayam dan ingin menyimpannya, biarkan ayam mencapai suhu ruang terlebih dahulu (maksimal 2 jam). Suhu yang masih panas dapat menaikkan suhu dalam chiller sehingga mengganggu kestabilan suhu penyimpanan.

Baca Juga: 5 Cara Membuat Frozen Food Tahan Lama

5. Pastikan Kulkas Tidak Terlalu Penuh

Kulkas yang penuh membuat udara dingin sulit bersirkulasi. Kondisi ini dapat menciptakan area dengan suhu yang tidak merata sehingga memengaruhi kualitas daging ayam yang Anda simpan.

Untuk mendukung proses penyimpanan yang optimal, Anda sebaiknya menggunakan peralatan pendingin yang memiliki teknologi stabil dan efisiensi tinggi. 

Jika Anda ingin menjaga kualitas bahan baku secara maksimal, memilih perangkat pendingin yang tepat menjadi investasi penting.

Jaga Suhu Penyimpanan Tetap Stabil dengan Lemari Pendingin Sinar Himalaya!

Untuk memastikan kebutuhan penyimpanan daging ayam di restoran atau bisnis kuliner Anda selalu terjaga dengan baik, Sinar Himalaya menyediakan berbagai pilihan lemari pendingin dengan teknologi modern dan daya tahan tinggi. 

Setiap produk dirancang untuk memberikan efisiensi optimal dalam menjaga suhu stabil, baik untuk penyimpanan di chiller maupun freezer. Dengan pilihan tipe yang beragam, Anda dapat menyesuaikan kebutuhan penyimpanan dengan kapasitas dan jenis usaha Anda.

Kunjungi Sinar Himalaya untuk mendapatkan rekomendasi lemari pendingin terbaik sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Temukan Mesin dan Perlengkapan Usaha di Sinar Himalaya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help? Chat with us!
Start a Conversation
Hi! Click one of our members below to chat on WhatsApp