Donat menjadi salah satu produk bakery yang digemari banyak orang. Namun, salah satu kunci utama dalam menghasilkan donat yang lembut adalah cara proofing adonan donat yang benar. Banyak yang mengira proofing hanya soal menunggu adonan mengembang, padahal tahapan ini memiliki teknik tertentu agar hasil akhirnya tidak bantat atau overproofing.
Sinar Himalaya melalui artikel ini akan membantu Anda memahami cara proofing adonan donat yang benar, dilengkapi dengan tips penting agar adonan mengembang sempurna dan tetap stabil saat digoreng. Simak selengkapnya sekarang.
baca juga: 5 Cara Membuat Donat Empuk dan Mengembang Sempurna Tanpa Kentang
Cara Proofing Adonan Donat yang Benar
Proofing adalah tahap pengembangan adonan setelah proses pengulian (kneading). Pada tahap ini, ragi bekerja aktif membentuk gas sehingga adonan menjadi lebih ringan dan berpori. Berikut teknik proofing yang tepat agar donat Anda mengembang sempurna:
1. Menentukan Lama Proofing yang Ideal
Durasi proofing bergantung pada jenis ragi, kelembapan ruang, serta suhu lingkungan. Umumnya, waktu proofing yang ideal untuk donat berkisar antara 45–60 menit pada suhu ruang (sekitar 26–29°C). Adonan yang sudah melalui proses proofing dengan benar biasanya akan mengembang dua kali lipat dari ukuran awal.
Jika suhu ruangan lebih dingin, waktu proofing bisa sedikit lebih lama. Sebaliknya, bila suhu terlalu panas, adonan bisa mengembang terlalu cepat dan berisiko overproofing. Untuk menjaga kestabilan, Anda dapat meletakkan adonan di area yang tidak terkena angin langsung dan stabil suhunya.
2. Menutup Adonan agar Tidak Kering
Saat proofing, adonan sebaiknya ditutup menggunakan kain lembap atau plastik wrap. Penutup ini tidak berfungsi untuk menghambat pengembangan, tetapi untuk mencegah permukaan adonan menjadi kering. Permukaan yang mengering akan menghambat proses mengembang dan membuat hasil gorengan tidak rata.
Menutup adonan juga membantu menahan suhu dan kelembapan di area proofing agar lebih stabil, sehingga proses pengembangan berjalan optimal.
3. Proofing Kedua untuk Donat yang Lebih Ringan
Setelah adonan diuleni hingga kalis dan diistirahatkan pertama kali, Anda dapat melakukan proofing kedua setelah donat dibentuk. Proofing kedua berlangsung sekitar 20–30 menit. Tujuannya adalah untuk memastikan struktur adonan semakin stabil dan menghasilkan tekstur yang lebih halus.
Pada tahap ini, adonan yang sudah dibentuk tidak boleh ditumpuk atau ditekan, karena dapat merusak rongga yang sudah terbentuk.
4. Menjaga Suhu Ruangan Tetap Stabil
Suhu yang tidak stabil menjadi penyebab utama adonan gagal proofing. Suhu terlalu rendah membuat ragi bekerja lambat, sedangkan suhu terlalu tinggi membuat adonan mengembang berlebihan hingga collapse ketika digoreng.
Letakkan adonan di tempat yang terlindung dari angin, jauh dari pendingin ruangan, dan tidak terkena panas langsung. Anda juga bisa menggunakan wadah tertutup atau meletakkan adonan di dalam oven yang dimatikan dengan lampu oven menyala agar suhu ruangnya lebih stabil.
5. Cek Adonan
Adonan dikatakan siap digoreng apabila:
- ukurannya mengembang setidaknya dua kali lipat
- permukaannya terlihat halus
- ketika ditekan perlahan, adonan kembali perlahan (bukan cepat, bukan tenggelam)
Tes sederhana ini membantu memastikan adonan tidak underproof maupun overproof.
baca juga: Suhu Proofer Roti dan Waktu Proofing Ideal yang Perlu Diketahui
Tips Agar Adonan Donat Sempurna, Lezat, dan Tidak Overproofing
Selain teknik proofing, ada beberapa hal tambahan yang dapat membantu Anda menghasilkan donat yang lembut, ringan, dan bertekstur stabil ketika digoreng. Berikut tips yang dapat Anda terapkan:
1. Gunakan Ragi yang Masih Aktif
Ragi yang sudah melemah akan membuat adonan sulit mengembang. Untuk memastikannya, campurkan sedikit ragi dengan air hangat dan gula. Jika berbuih, berarti ragi masih aktif dan siap digunakan. Jika tidak ada reaksi sama sekali, sebaiknya gunakan ragi baru agar hasil proofing tetap maksimal.
2. Pastikan Adonan Teruleni dengan Baik
Kneading adalah tahap penting sebelum proofing. Adonan yang diuleni dengan benar akan memiliki struktur gluten yang kuat sehingga dapat menahan gas yang dihasilkan ragi. Ciri adonan yang sudah cukup kalis adalah tidak terlalu lengket di tangan dan dapat ditarik tipis tanpa robek (windowpane test).
3. Atur Kelembapan Ruangan
Kelembapan berpengaruh besar pada proses proofing. Ruangan yang terlalu kering membuat permukaan adonan cepat mengeras. Anda dapat meletakkan segelas air hangat di dekat adonan untuk menambah kelembapan alami ketika proofing dilakukan dalam wadah tertutup.
4. Hindari Terlalu Banyak Tepung saat Membentuk
Tepung yang terlalu banyak dapat memperberat struktur adonan sehingga proofing berjalan lebih lambat. Saat membentuk donat, taburkan tepung secukupnya, hanya untuk mencegah adonan lengket.
5. Jangan Meletakkan Adonan di Tempat Berangin
Angin dari kipas atau AC dapat mengeringkan permukaan adonan dan menghambat pengembangan. Sebaiknya letakkan adonan di area tertutup atau dalam kabinet khusus proofing jika tersedia.
6. Goreng pada Suhu Minyak yang Tepat
Donat yang sudah melewati proofing dengan baik tetap bisa gagal jika suhu minyak tidak stabil. Suhu ideal untuk menggoreng donat berada pada 170–180°C. Suhu yang terlalu rendah membuat donat menyerap minyak berlebih, sementara suhu terlalu tinggi membuat bagian luar gosong namun bagian dalam belum matang.
baca juga: Deep Fryer Vs Air Fryer: Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya
Ingin Coba Bisnis Kue Donat? Lengkapi Dapur Anda dengan Deep Fryer dari Sinar Himalaya!
Proofing merupakan tahap penting yang menentukan keberhasilan donat, baik dari segi tekstur, rasa, maupun tampilan. Dengan memahami cara proofing adonan donat yang benar serta menerapkan tips di atas, Anda dapat menghasilkan donat yang lebih lembut, mengembang sempurna, dan stabil saat digoreng.
Kualitas hasil akhir juga sangat ditentukan oleh peralatan yang Anda gunakan saat proses penggorengan. Itulah mengapa kompor deep fryer dari Sinar Himalaya adalah pilihan yang tepat. Produk ini dirancang khusus untuk menggoreng donat secara konsisten.
Salah satu rekomendasi terbaik adalah DF-86 Donuts Fryer, mesin penggorengan donat yang dilengkapi keranjang peniris minyak sehingga donat tidak hanya tampak lebih rapi, tetapi juga matang merata di setiap sisi. Kompor ini membantu Anda menjaga kualitas produksi, terutama ketika jumlah pesanan mulai meningkat.
Untuk proses proofing skala besar, Anda juga bisa menggunakan SHM-36DF Retarder Proofer. Mesin proofer ini efektif untuk mengembangkan adonan roti sebelum proses baking dan memiliki kapasitas besar yaitu 36 trays. Jadi Anda bisa melakukan proofing adonan jumlah besar dalam satu waktu.
Pastikan setiap donat memiliki tampilan dan cita rasa yang konsisten dengan beralih ke peralatan yang lebih profesional. Kunjungi Sinar Himalaya sekarang juga untuk menemukan beragam peralatan dapur profesional berkualitas yang sesuai kebutuhan Anda!





